Resistor


Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi menghambat arus dalam suatu rangkaian listrik. Sifat Resistor:

  • Jika pada ujung-ujungnya dipasang tegangan, akan mengalirkan arus
  • Dapat mengalirkan arus searah maupun bolak-balik
  • Dapat mengalirkan arus bolak balik berfrekuensi tinggi maupun rendah

Kegunaan Resistor

  • Mengatur atau membatasi besarnya kuat arus yang lewat pada suatu rangkaian
  • Membagi tegangan pada suatu rangkaian sehingga diperoleh suatu tegangan yang besarnya sesuai dengan kebutuhan

Macam–macam resistor dan penggunaannya Resistor komponen pasif elektronika yang berfungsi untuk membatasi arus listrik yang mengalir. Berdasarkan kelasnya resistor dibagi menjadi : Fixed Resistor dan Variable Resistor. Dan umumnya terbuat dari carbon film atau metal film, tetapi tidak menutup dibuat dari material yang lain.

  • Fixed Resistor

Merupakan resistor mempunyai nilai tetap. Ciri fisik dari resistor ini adalah bahan pembuat resistor terdapat di tengah-tengah dan pada pinggirnya terdapat 2 Conducting Metal, bisanya kemasan seperti ini disebut dengan Axial. Ukuran fisik fixed resistor bermacam–macam, tergantung pada daya resistor yang dimilikinya. Misalnya fixed resistor dengan daya 5 watt pasti mempunyai bentuk fisik yang jauh lebih besar dibandingkan dengan fixed resistor yang mempunyai daya ¼ watt. Pada gambar 1 ditunjukkan beberapa contoh bentuk fisik dari fixed resistor. Dari yang paling atas dapat dilihat bentuk fisik dari resistor dengan daya 1/8, ¼, 1, 2, dan 5 watt.

1

Seiring dengan perkembangan teknologi saat ini, diciptakanlah sebuah teknologi baru yang disebut dengan SMT (Surface Mount Technology). Dengan menggunakan teknologi ini bentuk dari fixed resistor menjadi lebih kecil lagi, sehingga kita dapat membuat suatu sistem yang mempunyai ukuran sekecil mungkin. Contoh bentuk fixed resistor dengan teknologi SMT dapat dilihat pada gambar 2.

2

Selain kemasan axial terdapat pula kemasan lain yang disebut SIL (Single-In-Line). Didalam kemasan terdapat lebih dari satu resistor yang biasanya di susun paralel dengan satu pusat yang dinamakan common. Untuk contoh dapat dilihat pada gambar 3.

3

  • Variable Resistor

Untuk kelas resistor yang kedua ini terdapat 2 tipe. Untuk tipe pertama dinamakan variable resistor dan nilainya dapat diubah sesuai keinginan dengan mudah dan sering digunakan untuk pengaturan volume, bass, balance, dll. Sedangkan yang kedua adalah semi-fixed resistor. Nilai dari resistor ini biasanya hanya diubah pada kondisi tertentu saja. Contoh penggunaan dari semi-fixed resistor adalah tegangan referensi yang digunakan untuk ADC, fine tune circuit, dll. Ada beberapa model pengaturan nilai Variable resistor, yang sering digunakan adalah dengan cara memutar. Pada gambar 4 dibawah bentuk 3 biasanya digunakan untuk volume kontrol. Bentuk yang ke 2 merupakan semi fixed resistor dan biasanya di pasang pada PCB (Printed Circuit Board). Sedangkan bentuk 1 di sebut trimmer potensiometer.

4

Ada 3 tipe didalam perubahan nilai dari resistor variabel, perubahan tersebut dapat dilihat pada gambar 5. Pada saat tipe A diputar searah jarum jam, awalnya perubahan nilai resistansi lambat tetapi ketika putarannya mencapai setengah atau lebih nilai perubahannya menjadi sangat cepat. Tipe ini sangat cocok dengan karakteristik telinga manusia. Karena telinga sangat peka ketika membedakan suara dengan volume yang lemah, tetapi tidak terlalu sensitif untuk membedakan perubahan suara yang keras. Biasanya tipe A ini juga disebut sebagai “Audio Taper” potensiometer. Untuk tipe B perubahan resistansinya adalah linier dan cocok digunakan untuk Aplikasi Balance Control, resistance value adjustment in circuit, dll. Sedangkan untuk tipe C perubahan resistansinya kebalikan dati tipe A. Biasanya tipe ini digunakan untuk fungsi – fungsi yang khusus. Kebanyakan resistor variable menggunakan tipe A dan tipe B.

5

Tipe-tipe resistor variable

  • CDS (Cadmium Sulfide Photocell)

Jenis resistor ini perubahan nilainya tergantung pada banyaknya cahaya yang mengenai dirinya. Biasanya resistor ini juga disebut LDR (Light Depend Resistor). Banyak sekali tipe dari komponen ini tergantung pada sensitivitas cahaya, ukuran, nilai hambatan, dll. Pada gambar 6 terdapat contoh salah satu bentuk CDS photocell.

6

  • Termistor (Thermally Sensitive Resistor)

Resistor jenis ini nilai hambatannya berubah berdasarkan temperature dan biasanya di gunakan untuk sensor suhu. Tipe termistor yaitu:

  1. PTC (Positive Temperature Coefficient Thermistor). Pada saat suhu sekitarnya naik resistansi resistor naik
  2. NTC (Negative Temperature Coefficient Thermistor). Pda saat suhu sekitarnya naik resistansi resistor turun

7

Mengidentifikasi Nilai Resistor Untuk mengetahui nilai resistansi dari suatu resistor caranya adalah dengan membaca warna gelang dari resistor atau membaca suatu nilai yang tertera pada badan resistor. 8 Selain dengan metoda gelang warna terdapat pula metoda yang disebut “Alpha-numeric Code Identification“. Pada metoda ini nilai dari resistor dituliskan ke badan resistor dengan jumlah 3 angka .Perhitungan untuk nilai resistansi sama dengan perhitungan dengan memakai gelang. Hanya saja faktor 10n terletak pada karakter tiga sedangkan yang keempat merupakan toleransinya. Contoh pada gambar di bawah adalah komponen resistor dengan kemasan SIL (Single In Line) Network tertulis nilai 473K. Karena bilangan ketiganya tertulis 3 maka faktor 10n = 103 = 1000. jadi nilai resistansinya adalah 47000 Ω. Karena karakter ke 4 merupakan huruf K maka toleransinya = ±10%. Macam macam huruf yang menyatakan toleransi adalah sebagai berikut: M = ±20%, K = ±10 %, J = ±5%, G = ±2%, F = ±1%.

9

Identifikasi nilai resistor berdasarkan angka

Daya Kerja Resistor Dalam memilih dan menggunakan resistor selain memperhatikan nilai hambatan dan toleransinya, perlu dipertimbangkan pula daya kerjanya yaitu daya maksimum yang diperbolehkan melewati resistor tanpa menimbulkan kerusakan karena panas. Daya resistor umumnya adalah 1/4 watt, ½ watt, 1 watt, 2 watt dan lain-lain Cara Pengukuran Resistor Dengan Multimeter Analog Tempatkan posisi saklar pemilih kearah yang bertanda Ω, pilih jangkauan 1,10, 100,1k atau 10K. Hubungkan kedua probe, atur agar jarum menunjuk pada angka 0 sebelah kanan. Hubungkan kedua probe dengan ujung-ujung resistor. Baca penunjukan jarum ohmmeter pada skala, dan kalikan nilainya dengan jangkauan yang dipilih. Jika jarum menunjuk terlalu kekanan, arahkan saklar pemilih kejangkauan yang lebih rendah. Terdapat satu hal yang perlu dingat Ingat, setiap memindah pemilih kejangkauan baru harus melakukan langkah menolkan. 10

Langkah menolkan jarum pada sebelah kanan Langkah pengukuran resistansi resistor

Contoh Aplikasi Resistor

  • Pembatas Arus

11 Untuk menentukan besar resitor yang digunakan kita lakukan langkah dibawah ini: • Mengukur besar arus total yang mengalir pada pesawat elektronika dengan menggunakan sumber tegangan 3V. misalnya dengan menggunakan sumber tegangan 3V di ketahui arus yang mengalir 200 mA. • Dengan memperhatikan rangkaian diatas maka besar tegangan yang harus diturunkan dari sumber tegangan (6V) untuk mensupply pesawat elektronika (3V) adalah sebesar 3V. Dengan demikian besar tegangan yang mengalir pada resistor adalah 3V. • Dengan menggunakan hukum ohm  V = I.R 3V = 0.2 R R = 15 Ω

  • Membagi Tegangan

12

  • Rangkaian lampu otomatis LDR

13

    • ardian
    • June 19th, 2012

    Untuk mendapatkan nilai yg lebih pada daya atau kinerja resistor, apakah aksioma matematika yg dapat berlaku untuk masuk atau keluarnya kuat arus pada resistor? Apakah dioda-dioda harus ditambahkan pada resistor itu sendiri, dalam menghambat kuat arus.

    • maaf maksudnya bagaimana ya…?
      apakah maksud anda bagaimana meningkatkan daya pada resistor?
      kalau itu pertanyaanya jawabannya adalah resistor telah memiliki daya beban masing2 sesuai pabrikan so besar daya yang dibebankan pada resistor tidak boleh melebihi daya max resistor itu sendiri.
      secara matematis rumus yang berlaku adalah

      P= V.I >>> P= daya , V=tegangan, I=Arus
      V= I.R >>> R=resistansi

      dari rumus tersebut diatas kita dapat modifikasi variable2 tertentu untuk neningkatkan daya misalnya merubah nilai arus (membuat rangkaian resistor paralel) sehingga dengan begitu nilai daya total dari rangkaian resistor tersebut meningkat.

  1. I know this web page provides quality depending
    posts and other data, is there any other web page which offers these stuff in
    quality?

  2. hello!,I love your writing so much! share we communicate extra about your post on AOL?
    I need an expert in this space to resolve my problem.
    Maybe that’s you! Taking a look forward to peer you.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: