Induktor


Induktor atau lilitan adalah komponen elekronika yang terdiri dari kawat tembaga yang dilapisi enamel dan digulung sedemikian rupa. Satuan induktansi adalah HENRY yang dilambangkan dengan huruf H kapital dan lambang komponennya secara umum adalah :

1

Induktor sebagai kopel

Induktor sebagai kopel berarti induktor berfungsi sebagai penghubung. Dalam hal ini yang dihubungkan tentu sesuatu yang berhubungan dengan elektronika sepereti frekuensi radio, arus listrik dan audio. Induktor sebagai kopel maka lilitan tersusun atas beberapa lapis lilitan dan dua atau lebih jumlah lilitan. Azas penyambungan ini karena adanya induksi dari gulungan satu ke gulungan lainnya atau lazim disebut dari gulungan primer ke gulungan sekunder. Lambang dari induktor ini adalah lambang induktor secara umum berhadapan.

2

Pada bagian tengah induktor diisi dengan inti yang berbeda satu dengan yang lain sesuai dengan apa yang akan disambungkan. Ada tiga jenis inti yang sering digunakan yaitu :

  • Inti udara
  • Inti ferit
  • Inti besi

Inti udara sering digunakan untuk resonator atau pemilih gelombang radio serta membangkitkan gelombang radiio (osilasi). Inti ferit sama dengan inti udara. Perbedaannya hanya pada frekuensi yang dihasilkan. Sedangkan inti besi biasa digunakan pada frekuensi rendah seperti audio dan tegangan.

  • REAKTANSI INDUKTIF

Bila suatu lilitan dialiri arus DC (searah) maka gulungan/ lilitan tersebut akan membangkitkan medan magnetic tetap. Gaya magnetik ini akan tetap bila arus yang mengalir pada gulungan tersebut tetap. Namun bila arus yang mengalir pada gulungan tersebut adalah arus AC atau bolak-balik maka medan magnet yang terjadi juga bolak-balik.

3

Pada gambar diatas, gulungan L baik yang dilalui arus DC maupun yang dilalui arus AC mempunyai nilai induktansi sama sebesar 100mH. Besar tegangannya juga sama yaitu 6 volt. Yang membedakan adalah AC dan DC. Apakah besar resistansi kedua rangkaian sama, jawabnya TIDAK. Hal ini dapat diterangkan karena setiap gulungan jika dialiri arus DC akan mempunyai resistansi tergantung pada :

  • Panjang kawat
  • Luas irisan/ penampang kawat
  • Tahanan jenis kawat

Hambatan kawat dapat diketahui dengan rumus :

4r = resistansi/ hambatan dalam W

p = panjang kawat dalam meter

tj = tahan jenis (lihat tabel)

A = luas penampang kawat dalam mm2

Sementara jika gulungan dialiri arus AC maka resistansinya berbeda karena memperhitungkan frekuensi AC.

XL = 2πfL

XL = reaktansi induktif dalam W

p = 3,14

f = frekuensi arus dalam Hertz

L = induksi gulungan dalam Henry

Oleh karena itu :

  • Gulungan yang dilalui arus DC mempunyai hambatan kecil
  • Gulungan yang dilalui arus AC tergantung dari frekuensi arus yang mengalir. Makin tinggi frekuensinya makin besar resistansinya dan sebaliknya.
  • Hambatan gulungan yang dilalui arus AC dinamakan resistansi induktif atau sering pula disebut reaktansi (reactance). Jadi reaktansi adalah penyebab yang mengakibatkan terhalangnya arus serta tegangan.
    • ivi
    • May 31st, 2010

    makasih buat infonya…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: